| Sering berlomba, makin banyak masukan. Ibarat pisau, skill teknik pembalap dan kemampuan mekanik menyeting terus terasah. Setiap koreksi bisa diantisipasi, karena terjun langsung di arena.
Itu kunci utama berkembangnya pembalap MotoPrix (MP). Jangan heran, pemula MP, bisa saja mengalahkan seeded IndoPrix (IP). Pemula MP sering berlomba. Ikut tarkam, juga mereka bisa. Bandingkan dengan seeded IP yang hanya punya lima seri IP.
Kemarin, seri 6 MP dilangsungkan di sirkuit Mandala Krida, Jogja, DIY, Sabtu-Minggu (15-16 Agustus 2009). Event berjuluk Neomild IRC VSC Motoprix (NIVM), digarap Venture Sport Club pimpinan Nadjib M. Saleh. "Pemula region 2, cepat perkembangannya. Generasi baru banyak bermunculan," terang Adi Ari Wibowo, seeded andalan Yamaha Kephoth FDR Indoparts Federal, Purwokerto.
Skill, teknik dan mental enggak datang tiba-tiba. Semuanya butuh proses. "Sering turun di balap, entah MP, kejurda atau klub event, prosesnya lebih cepat. Paling tidak, feeling pembalap tetap hidup. Bakat tinggi seperti apapun, kalau enggak diasah akan tumpul," analisis Deddy Fermadi, seeded IP from Jogja yang juga instruktur sekolah balap Hendriansyah. Kemarin, dia nonton di Mandala Krida.
Bagi mekanik, riset terus bersambung. Tidak tamatnya. Ada kekurangan di satu event, langsung diperbaiki dan diuji di event berikutnya. "Setiap event bisa dianalisa. Sehingga, makin hari makin bagus," tambah Afisena Hura alias Gombal, mekanik Yamaha SMS IRC, yang dukung pemula Yoga Adi Pratama yang perkasa di MP.
Apalagi, riset sekarang rata. "Semua mekanik yang aktif, sampai tahap yang sama. Berbagai perkembangan sudah diikuti. Banyak yang bisa bikin motor pemula nyaris setara dengan motor seeded, meski beda regulasinya," terang Harris ‘Mlethis' Sakti, mekanik Yamaha Yamalube FDR Trijaya.
Meski MP3 dibatasi diameter klepnya, tetapi banyak motor MP3 yang sudah mendekati MP1. "Jika riset terus berjalan, motor akan kompetitif. Bermain di pasar senggol, butuh power band yang pas. Kan karakter sirkuit membuat rpm sangat variatif bahkan kadang drastis naik turunnya," kata Ibnu Sambodo, begawan mesin 4-tak Jogja, mimpin pasukan Kawasaki Elf IRC NHK Rextor M-Tech.
Bahkan privateer yang rajin turun balap, tambah paham. Mereka berkembang bersama pabrikan. Buktinya, bisa curi podium di tengah himpitam tim pabrikan. "Selain IP, saya rajin ikut kejurda Jatim, DIY dan Jateng. Juga turun di klub event. Ketemu lawan seperti di MP sudah biasa. Cepat adaptasinya. Termasuk soal seting di pasar senggol," terang Fedri Effendi, pemula asli Riau yang bergabung di IRM Ridlatama, Jogja.
Bukti lain ditunjukan Andriyanto. Privateer Internusa RT Banyumas ini, malah posisi 2 di MP5. Karena pimpinan lomba anggap Wahyu Aji Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC) kena hukuman jump start, Andri jadi naik posisi pertama. "Apalagi sekarang era 4-tak. Anak baru bisa cepat belajar dari seniornya. Tidak susah karena karakter motornya sama. Jika banyak balap, maka akan cepat bersaing," terang Ari Wibisono, Manager Motosport Department PT YMKI, yang memantau langsung pasukan Yamaha di MP.
Mental bertanding juga jadi kunci lain melesatnya pemula. Makin banyak menang, meskipun di event kecil, mental makin terbentuk. Sering ketemu pembalap bagus, membuat mereka tak gentar saat harus adu skill di kejurnas.
Kebanyakan pemula sekarang, benar-benar anak muda yang punya potensi. Mereka didampingi mentor dan selalu membimbingnya. "Kalau ada kekurangan, ada yang memantau dan memberi masukan," kata Petrus Tobun Canicius, yang bimbing Ilham Onga, pemula Suzuki Denso Pertamina Junior RT.
Modal jiwa muda, spiritnya juga lebih kuat untuk maju. Fokus dan isi otaknya jelas. Yaitu bagaimana jadi pembalap yang hebat.
"Mungkin Kalau yang senior kan motivasinya sudah beda. Kalau seumur saya, pasti lagi getol-getolnya buru prestasi," papar Rafid Topan, seeded muda Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC, yang makin kukuhkan ketangguhannya di MP Jawa.
HASIL LOMBA
Bebek Tune-Up 110cc 4-tak Seeded (MP1) 1.Rafid Topan (50) DKI Y amaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC 2.Diaz Kumoro Djati(93) Jogja Yamaha Kephoth FDR Federal Oil Indopart KBC 3.M. Raka (22) Jogja Yamaha Pertamina IRC Raka 4.Dellu Agung (99) DKI Stebo Racing INK 5.M.Hanif Bahtiar (90) Jateng IRM Ridlatama Bebek Tune-Up 125cc 4-Tak Seeded (MP2) 1.Rey Ratukore (200) DKI BRT Indopart KBC Federal Oil 2.Diaz Kumoro Djati(93) Jogja Yamaha Kephoth FDR federal Oil Indopart KBC 3.Rijaludin SIdqi (166) Banten AHRS IRC U Mild 4.Adi A.W.(68) Jateng Yamaha Kephoth FDR federal Oil Indopart KBC 5.Rafid Topan (50) DKI Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC Bebek Tune-Up 110cc 4-Tak Pemula (MP3) 1.Teguh Nugroho(78) Jateng Yamaha TDR Indopart FDR Yonk Jaya 2.Fedri Effendi (98) Jogja IRM Ridlatama 3.Gupito Kresna(5) Jogja Kawasaki Elf IRC NHK Rextor M-Tech 4.Erlangga Runi (163) Jabar Yamaha IRC Daytona Zhipeng 5.Ananto Rizka (116) Jogja IRM Ridlatama Bebek Tune-Up 125cc 4-Tak Pemula (MP4) 1.Anggi Permana (158) Jabar Yamaha Yamalube FDR Trijaya 2.Adi Bontot(108) Jateng Yamaha Britung IFC Sentral MAndiri 3.Ananto Rizka (116) Jogja IRM Ridlatama 4.Gupito Kresna (5) Jogja Kawasaki Elf IRC NHK Rextor M-Tech 5.Andy Pramana(102) Jabar Yamaha BRT Tunggal Jaya FDR Bebek Standar 110cc 4-Tak Pemula (MP5) 1.Andriyanto (145) Jateng Sapi Balap Internusa Racing Team 2.Danang Rally (44) Jogja Rally Team 3.Martin CP (117) Jogja GSM VGZ Speed 4.Rico Tegar (53) Jateng Sapi Balap Internusa Racing team 5.Awang M.(132) Jogja MKO SUmber Tani Bebek Standar 125cc 4-Tak Pemula (MP6) 1.Martin CP (117) Jogja GSM VGZ Speed 2.Nico Julian (138) Jabar NJC Racing 3.Tedy Permana (180) Jabar Yamaha BRT Hung IFC Sentral Mandiri 4.Egi Sadewa(195) Samarinda Zefina 176 Sorsa 5.Wahyu Setiawan(10) Jogja Plat Speed Pangestu
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar